Langkau ke kandungan utama

Catatan

Surat Terbuka

Ke hadapan kamu yang dikenang, Apa khabar kamu sekarang? Sudah lama tidak ku dengar khabar dari mu. Apa, mungkin sudah hampir 5 tahun? Bukan apa, kamu perlahan-lahan menghilangkan diri pada tahun itu. Aku fikir mungkin kamu sibuk. Ya, aku mampu memujuk diriku dengan mengatakan kamu sibuk barangkali. Dengarnya, pada ketika itu kamu punya teman. Walaupun begitu, kamu masih cuba meluangkan masa bersama aku dan sahabat-sahabat yang lain. Cuma kesempatan kamu terbatas. Pilihan kamu juga tidak banyak. Jadi aku faham sekiranya pada ketika itu kamu mungkin memilih teman kamu daripada kami. Aku tiba-tiba teringatkan kamu. Ini kelakar, bagaimana aku teringatkan kamu secara tiba-tiba. Aku sedang cuba menonton rancangan permainan tv realiti Korea yang menjadi kegilaan ramai "Running Man". Terus aku teringatkan kamu. Mungkin kerana kamu dahulu seorang peminat tegar drama korea. Hasil "hasutan" Semun, (kalau kamu masih ingat sama dia) Aku tertanya, apakah kamu masih menonto...

Encik Menunjuk. Sir Boast-A-Lot

It's been a while. hehehehe. Bukannya tak nak update blog tapi lebih kepada kesempatan yang tiada. Macam sibuklah sangat. Adapun hari-hari aku punya otak ligat memikir,menghadam, memproses dan akhir sekali, memeram hasil pemikiran tu. Tapi fikir tanpa ada hasil tindakan tu sesungguhnya merugikan diri. Ni auto-post ni. Ketika aku tengah menaip kata-kata yang ditaip ini, aku terfikir kenapa seseorang yang dianggap normal luarannya, dianggap normal dalamannya? Sorry, I think I should rephrase that. Seseorang yang luarannya nampak sama dengan kebanyakan orang, dianggap dalamnya pun sama. Hatinya sama, perasaannya sama, fikirannya pun sama. Sebab, bila ada orang yang luarannya sama dengan kita (by sama I mean to say pakai baju elok-elok lengkap takde cacat cela, mungkin tak selawa atau sehuduh kita) menghasilkan perbuatan yang tidak sama seperti kita dan jangkaan kita, kita mudah cepat untuk bertindakbalas seperti daun semalu yang terus menguncup pabila disentuh, atau mungkin sepert...

Salah

Gaya penulisan biasa-biasa je. Mungkin, kurang daripada biasa. Cuma bila menulis rasa syok sendiri. Hahahaha. Stail aku blogging sekarang ni macam awal-awal bulan je. Sebenarnya, banyak idea, ilham dan perkongsian cerita, bahan menerjah ruang otak aku. Cuma aku tak tahu patutkah aku lepaskan segalanya dalam alam maya ini atau menapis. Pada masa tu, aku pilih tapis. Hasilnya, takde post sampai ke la (loghat utagha in case kalian tak tahu) Bila difikirkan balik, ada baiknya aku tapis bahan-bahan dalam kepala aku ni. Setidaknya aku takkan menyesal bila tersalah. Tapi aku fikirkan, kalau tak buat salah, sampai bila aku tak belajar. Dari kesalahan kita belajar. Cuma, seperti pesan Dr.Tan bekas majikan dulu, "Don't make the same mistake twice." Bunyi simple. Ringkas. Pandang enteng barangkali. Tapi hat tu lah yang selalu orang lupa. Anyway, anyway. Berbalik cerita asal. Ye, tapis untuk tidak melakukan kesalahan. Aku rasa menyesal tak buat sesuatu adalah lebih celaka...

Bad Habit

I had a bad habit. Well, I guess I still do, so I have a bad habit. This is my confession. Not just one. This time I want to confess to only one bad habit though. I do not finish the book I read. Yep. I love reading, really. Though when I was in primary school I read mostly comics and the only books I read were the young detectives series and text books, revision books. Now that I think about it, this bad habit must have started back then. Back when I was into comics and the detective series. All the excitements built up throughout the entire reading suddenly had, must come to an end. Is this guy blogging here, really talking about books? LOL For few years I was not into reading books other than text books LOL but last year I started picking up the reading habit. The books I read are mostly sales and marketing related, self helps and some psychological, historical ones. It has been really fun really. I remember this one the most "How to Win Friends and Influence People...

Till Debt Do Us Part

"Honey, are we gonna get married or not?" "Yes, we will get married-" "When??" "Well, just a matter of time. That is if your feeling is still unwavering and the same when the time comes." "Why can't we just get married this year? Huh?" "That'd be lovely. And nice. I guess. But it's not possible." "Why not??" "Well, for starter my own parents won't let me get married if I am going for the cheapest wedding package at the Sunway Resort, you know. I am not really a fan of such fancy, big wedding reception just to impress my parents' long lost relatives and friends. I just want a wedding for, maybe 200, 300 people the most. If possible I want the numbers to be smaller than that. I believe when it comes to wedding reception, the less the merrier!" "....." "(crap, here we go again!) "..so, you don't want our wedding to be grand, beautiful and admired by many?...

It's Fun and All That 2

"Blearghhh..." "Uweeekkkkkss" "Blueeerrkwekk...kofff kofff...." Danny menepuk-nepuk belakang badan kawannya itu. Seperti seorang bayi bila muntah. Cuma yang muntah ni bukan bayi, tapi bapak bayi! "Damn son, didn't know a woman can do this kind of damage"bisik hati Danny, kasihan melihatkan keadaan Dickson. ............................................................................................................................................................... Dia baru saja siap memasak makanan untuk sahurnya pabila dia ternampak Dickson melangkah keluar dari biliknya ke ruang tamu. Dari gayanya,memang nampak lain. Bila tengok bawah, baru nampak apa yang tak kena. Di tangan satu botol wiski yang seingat Danny dibeli Dickson untuk dibawa pulang cuti musim panas nanti. Belum sampai seminggu dia bilang itu kepada Danny sudah tinggal separuh isinya. Aduhhh... Sempat Danny menjamah sedikit makanan sebelum menahan Dickson "...

Man + Wild

Pardon my negativity if you think it sounds too negative. I wasn't really complaining more like reminding myself and y'all out there. I mean I kinda notice lately that some of us are missing the bigger picture here. Just when we thought the picture we are looking at is big enough, turns out it is not. So, gotta take on with new perspective y'all. I mean, like this brother I found on instagram. His picture on instagram that I first saw - him hunting with a Cheetah. I was like, that's pretty cool. Went to see his insta and there I saw more pics of the cheetah, and him hunting in the savannah. That got me thinking, hmm, what exactly is he doing? Pretty sure the middle east does not look anything like that. And if he is indeed in Africa, hunting, does he have a permit or license to do so? Is he bold and crazy enough to hunt knowing that he might get into trouble for sharing all these on instagram if he got no permission/not allowed to hunt? All these questions in my hea...